Aku melewati jalan itu… Dan kau ada disana. Kau pun memandangku malu-malu namun sekuat hati aku palingkan tatapanku darimu. Ekor mataku melihat kau seakan ingin meraihku,  tapi maaf, aku tak bisa…

Aku sungguh tak bisa. Meski pesonamu masih seindah dulu, ketika pertama kali aku bertemu denganmu. Meski warna-warna indahmu sungguh memukau, tak terbantahkan. Meski aku telah jatuh cinta padamu ketika kita bertemu di kota itu. Entah apakah kita berjodoh, bahkan sesudah aku pindah ke kota inipun kau seakan mengikuti. Aku sungguh ingin memilikimu.

Tapi aku tak bisa, sayang. Aku sungguh tak bisa.

Malam demi malam pesonamu semakin menghantui. Hari demi hari tak kunjung hilang. Tahukah kau aku sungguh berharap suatu waktu nanti kau akan menemani hari-hariku? Tahukah kau sudut kamarku menanti kedatanganmu?

Sungguh sesak hati ini. Tersiksa rasanya menginginkan namun tak bisa memiliki… hanya melihat dari kejauhan dan kemudian pergi lagi. Adakah kemungkinan kita bisa bersama? Aku tak yakin. Mungkin aku tak sanggup melihatmu lagi, jika nanti kau sudah menjadi milik orang lain.

I’m sorry, georgeous. Aku harus pergi meninggalkanmu. Percayalah, jauh di dalam hati masih ada rasa untukmu, dan berharap suatu saat kita bisa bersatu.

.

.

Maafkan aku, baju lucu di ZARA. Aku tak bisa membelimu karena minggu kemarin aku baru beli sepatu. Maaf. Mungkin bulan depan. Semoga masih summer sale.

Sore itu, dua tahun yang lalu.

Aku ada di atas sebuah bukit. Bukit di belakang rumah yang tak asing lagi bagiku. Penuh dengan batu nisan bertebaran disana-sini namun sama sekali tak menyeramkan. Aku justru merasa nyaman berada disitu. Berlama-lama berbaring sambil memandang langit biru atau hijaunya hamparan sawah dan gemericik sungai jauh di bawah sana. Ah, aku suka bukit ini. Tempat aku bermain layang-layang atau sekedar menghabiskan waktu sepulang sekolah. Tapi sore itu aku tak sendiri. Aku bersamanya, seseorang yang asing, yang kukenal belum genap seminggu. Entah kenapa dia mampu membuatku merasa nyaman.

Sore itu, dua tahun yang lalu.

Aku berdua bersamanya, menceritakan segala hal yang aku tak pernah mampu ungkapkan kepada orang lain. Dia pun bercerita padaku rahasia-rahasia terdalamnya, yang kadang menghentikan kalimatnya untuk beberapa detik, ketika dia sungguh menahan rasa sakit yang terungkit kembali ke permukaan. Tak perlu ada kata, jeda dan keheningan seolah bisa menyatakan kalimat, “Aku peduli padamu”.

Sore itu, dua tahun yang lalu.

Aku sedang bercerita bagaimana dulu aku kerap menyakiti diriku sendiri ketika aku marah, karena darah yang mengalir keluar bisa membawa pergi sesak di hati. Jantungku berhenti berdetak ketika tiba-tiba dia menatapku dalam-dalam sambil berkata, “Berjanjilah takkan lagi menyakiti dirimu sendiri. Aku tak akan membiarkan siapapun atau apapun menyakitimu. Tak akan lagi ada darah mengalir ataupun pergelangan tangan yang tergores. Aku akan jadi penjagamu. I’ll be here. I’ll be waiting here. I’ll be waiting for you here. So if you come here, you’ll find me there.” Aku mengangguk.

Sebuah kamera saku  miliknya mengabadikan senyum pertamaku setelah luka hati yang bertahun-tahun aku pendam sendiri, yang terkadang membuatku menangis tanpa sadar di tengah malam, di antara mimpi. Dia berhasil memaksaku tersenyum.

Sore itu, dua tahun yang lalu.

Hari menjelang sore, matahari mulai terbenam. Duduk di atas pagar tembok makam sebuah keluarga kecil, sepasang orang tua dan seorang anak, kami sesaat diam terpaku memandang semburat jingga keemasan yang menawan, sambil merasakan hangatnya sisa-sisa mentari yang tak pernah lelah menyinari bumi. Kemudian aku bercerita padanya tentang warna-warna langit yang indah dan menunjukkan padanya bagian mana yang berwarna ungu, jingga, biru, kelabu.

Kini,

Aku sudah jarang memandangi matahari terbenam dan memperhatikan warna-warna indah yang dimilikinya. Aku sudah jarang menceritakan padanya warna-warna itu. Tapi dia masih menepati janjinya. Tak ada lagi darah yang mengalir percuma dari tubuhku, tak ada lagi tangis yang sia-sia. Mimpi buruk di tengah malam tak lagi semenakutkan dulu, karena ada dia yang menjagaku. He’s there. He’s waiting there. He’s waiting for me there.


Happy second anniversary, my dear prince, my sunshine.

———————————————————————————-

Gambar diambil semena-mena dari internet. Lupa situsnya apa :oops:

Update : mau masang poto yang bersangkutan ah sekali2 ;) tapi potonya yang kecil aja ya  :mrgreen:

ak… Sekarang sudah bulan Juli. Gak terasa setengah tahun sudah berlalu. Huhui. Semakin mendekat ke tanggal mudik ke Indo yang mundur ampe november :(

Eniweeee… Semalem ada yang komen di 8 for 2008 saya. Dan saya tergelitik buat mengevaluasi resolusi-resolusi yang saya buat di awal taun ituh. Okay… Here it goes…

1. lebih dekat pada Nya, rajin ke gereja, gak lupa berdoa dan saat teduh

Haduh. Rajin ke gereja sih udah… Tapi kalo yang lain-lain rasanya masih sama aja… Atau lebih parah ya? huhuhu… Maafkan saya ya Tuhan… Padahal ini hal yang paling penting. Dan lebih mudah terlupakan :(

2. menabung..!!

Hehehe… Apanya yang mau ditabung? Belum ada yang bisa ditabung tuh. Nanti deh kalo dah ada gaji kerja *ngeles*. Yang ada malah panik gara-gara pas pindahan mendadak panik waktu sadar baju yang dulunya sekoper sekarang sudah jadi 3 koper, belum termasuk tas dan sepatu. Dasar wanita.

3. mengaktifkan kembali kebiasaan mencatat detil pemasukan dan pengeluaran

Rasanya jadi males catet-catet gini. Entah ya. Duit juga gak banyak sebenernya tapi kok hal ini belum bisa dimulai lagi. Saya biasa nyatet ginian dari jaman SMA. Tapi berhenti di akhir taun kemarin karena beberapa hari liburan ke luar kota dan lupa mencatat. Akhirnya males. Niatnya sih mau buat form baru di bulan yang baru tapi ya… hanya sebatas niat :oops:

Oke. Semoga ini bener2 bisa dilakukan bersama kegiatan point 2 yaitu menabung. Kapan? Yah kalo dah ada gaji kerja :mrgreen: *lagi-lagi ngeles*

4. mengurangi kegiatan-kegiatan persampahan yang tidak efektif

AMPUUUUUUUNNNNNN… NYAMPAHNYA SEMAKIN MENJADIIIIIII…. :(

5. belajar bahasa inggris (dan belanda pastinya)

Saya banyak belajar bahasa inggris sejak internship, karena harus membuat laporan resmi berbahasa inggris. Tapi bahasa belanda… Buat apa, kan orang belanda udah mau ngomong pake bahasa inggris… *siul-siul*

6. be more tough, more brave, and more optimistic

Ya! Banyak hal yang saya lewati setengah tahun terakhir dan sampai sekarang saya sedang berusaha untuk berhenti mengeluh karena itu seperti dementor yang mengikis habis perasaan bahagia saya. Yup. Semangat-semangat! :)

7. tidak mudah tergantung pada sesuatu maupun seseorang

Hehe. Selain berpotensi mengundang pertikaian di dunia per-LDR-an, hal ini juga membuat saya belajar menyelesaikan sesuatu sendiri, dan bertanggung jawab atas apapun yang saya lakukan. Hore. Semoga bisa terus mempertahankan perjuangan untuk menjadi mandiri.

8. lebih sayang (dan disayang) dan perhatian ama keluarga dan pacar :p

Holooohhh… Lebay ah :D harus membuat resolusi baru tentang point 8 ini !! harusnya ditulis : menambah porsi perhatian yang seimbang kepada keluarga dan bukan hanya pacar :D maap bapak… maap ibu… maap papa-mama calon mertua… maap adek-adek…

.

Yak. Segitu dulu evaluasi 8 For 2008 saya di tengah tahun. Kalo ada teman-teman yang mengevaluasi resolusi awal tahunnya, kirim link nya kesini juga ya!

Aberdeen. Kota ini terletak di pesisir timur laut Britania Raya, dikategorikan sebagai daratan Skotlandia dan bukan Inggris daratan, meskipun masih termasuk UK (United Kingdom). Mereka yang belajar atau bekerja di sektor oil&gas mungkin mengetahui bahwa di laut dekat Aberdeen ini adalah tambang minyak yang sangat luas. Bahkan Royal Dutch Shell memiliki sumber minyak terbesar di Aberdeen. Selain Shell, beberapa perusahaan yang memiliki oil rig di lepas pantai Aberdeen antara lain Total, Exxonmobil, British Petroleum, ConocoPhillips, dan beberapa lagi. University of Aberdeen terkenal pendidikannya untuk departemen-departemen yang berhubungan dengan eksplorasi minyak.

Bulan lalu saya ke Aberdeen dalam rangka kunjungan industri bersama rekan-rekan yang internship di Royal Dutch Shell Belanda (Global Solutions Amsterdam, Exploration&Production Rijswijk, dan Shell Headquarter Den Haag). Kunjungan ini berlangsung selama lima hari. Yaaaa… Lumayanlah. Hanya dengan membayar 100 Euro saya sudah bisa pergi kesana naik maskapai KLM, dapat tempat tinggal dan makan gratis dan yang paling menyenangkan, diongkosi untuk membuat visa United Kingdom yang masa berlakunya setengah tahun :mrgreen:

Aberdeen kotanya abu-abu. Bukan hanya karena mendung yang terus menggelayut, tapi juga secara harafiah karena dinding bangunannya dibuat dari batu granit yang warnanya abu-abu. Semua rumah sama aja, abu-abu. Selain terkenal dengan minyaknya, kota ini terkenal sebagai penghasil ikan. Salah satu restoran di pusat kota Aberdeen, The Ashvale Fish Restaurant, mengklaim dirinya sebagai restauran terbaik penyaji ikan dan chips se-Britain. Menu andalannya adalah Ashvale Whale. Ikan paus digorng tepung, disajikan dengan kentang, kacang polong, dan saus mayonaise. Entah beneran ikan paus atau tidak, tapi rasanya enak. Mmm… Saya diledekin teman-teman karena pesan ini secara membabi buta tanpa tahu bahwa ternyata porsi ikan ini sangatlah besar. Waktu makanan diantar ke meja saya, pelayan sampai tiga kali tanya saya apa beneran saya pesen ikan paus ini. Yeahhh.. Little girl with a very big appetite.

Errr… Saya abis loh makan ikan paus segede dosa ini. tapi kentangnya gak abis. Yah tp setelah makan muka saya kaya orang mabok. Hehe. Oh iya, di restoran ini, kalau kita bisa menghabiskan seporsi Ashvale Whale, kita akan dapat sertifikat dan bonus satu porsi menu… Ashvale Whale lagi. Muntah muntah deh.

Kota ini tak melulu membosankan. Waktu kami kesana rupanya cuaca sedang bersahabat. Setelah pagi sampai sore kami ekskursi ke Shell Aberdeen, sepulang dari situ kami sempat jalan-jalan ke kota.

Kotanya cantik. Sehari sebelum pulang kami pergi ke Stonehaven, pesisir kota Aberdeen, dimana disitu terletak sebuah kastil tua di tebing tepi pantai bernama Dunnottar Castle dan Monumen perang Stonehaven War Memorial.

Di malam terakhir sebelum kepulangan, ada furry night, pesta bodoh yang mengharuskan kami berpakaian aneh kemudian mempertunjukkan sesuatu. Kali pertama saya mengikuti party semacam ini dan… ternyata seru. Hahaha. Yah selayaknya anak-anak muda  Belanda, ada bir vodka scotch dan kawan-kawannya yang untuk beberapa orang mampu membuat hal bodoh kelihatan lucu. Dasar. Setelah party di hostel selesai, seperti biasa. Semua orang beranjak ke satu tempat. Clubbing.

Visa UK saya masi berlaku sampe November nih. Kapan ya sempet ke London? Hihi. Mimpi kali yeee…

Sore ini saya buka Kaskus Detiknews.com dan menjumpai gambar ini : (klik untuk memperbesar)

Yang di kotak biru itu kan biasanya headline ya. Nah kali ini tulisannya cuma sebaris, tanpa gambar.

MAAF, BELUM ADA HEADLINE…

Sopan pisan. Pake titik-titik tiga buah pula di akhir kalimat. hihi. tapi barusan saya buka detik lagi dah ada headline nya. Hehe.

I miss you so much, beth. I still cry reading the letter you gave to me last time we met in the airport. The last person accompanying me before i leave our beloved city, Jogja. And.. Where are you now?

Dear Criz,

i’d like to dedicate this whole afternoon just to write to you. Sambil mengingat kebersamaan dan persahabatan kita yang tidak bisa dibilang singkat.

Inget nggak waktu pertama kali kita ketemu di KPDS tercinta? Waktu itu aku begitu tertutup dan kamu, kalian, telah mengubahku, mewarnai hariku. Menjadikan hitam-pekat menjadi putih, kemudian seperti prisma kaca, kamu, kalian, telah menciptakan ribuan warna dari satu cahaya : persahabatan.

Criz,

aku percaya hal itu tidak hanya terjadi padaku tapi juga padamu. Orang bilang masa-masa SMA adalah masa terindah, tapi bagiku (dan aku harap juga bagimu) adalah masa pembelajaran tentang hidup yang jauh mengena dan memberikan arti yang begitu dalam. Seolah-olah ribuan ilmu dari ribuan buku ditaburkan pada jalan hidupku. Masa itu tak akan dua kali. Juga sahabat sepertimu, tak akan ada dua, dalam hidupku.

Seseorang pernah berkata, bahwa kita hanya hidup pada waktu yang telah dipinjamkan kepada kita. Rasanya benar. Bahwa ada saat bertemu tapi pasti ada saat berpisah. Dua sisi mata uang yang tidak terelakkan. Tapi aku sadar itu semua hanya proses agar kita lebih bijak lagi.

Hei, aku tidak mau bilang ini sebuah perpisahan.

Tapi bagaimanapun Belanda-Indonesia bukan jarak yang pendek. Dan tidak akan mudah melihat senyummu dari tempat ini. Dan mungkin itulah satu hal yang paling akan aku rindukan darimu.

You’re taking one of your giant leap, now maybe it’s my turn.

Terimakasih telah menginspirasiku dalam banyak hal. Keceriaanmu, optimisme, your warm and kind heart, keyakinanmu pada hal-hal baik dan indah.

Take care, sister!

Baik-baik disana ya.

These pieces land called Indonesia, those waving red-white flag, those warm tropic seasons, those chaotic politics, those below qualifications infotainments, those cheesy melodrama called sinetron, those rich spicy foods, those memories within. And this little heart so-called Big Beth : waiting you HOME.

Ingat, ini bukan perpisahan. Kami menunggumu untuk satu kata yang paling indah : P.U.L.A.N.G.

Seminggu ini saya libur. Udah selese wisuda, dan tinggal pindahan ke kost baru. Masih ada dua minggu sebelum mulai kerja. Kerjaan saya selama nganggur? Ya bersih-bersih rumah (tapi boong), belajar software simulasi Hysys ama Pro/II (boong lagi), baca-baca buku (udah to chris boongnya). Iya iya. Kerjaan saya cuma chatting, ngaskus, ngenet-ngenet gak puguh. Eh tapi justru dari situ dapet banyak oh. Jadi apdet berita. Berita lho ya, bukan gosip (hush, itu sapa yang bisik2 ngatain saya suka nggosip ! :twisted: )

Nah. Saya cuma mo berbagi apa yang saya baca beberapa hari ini sekaligus nanya pendapat temen2, kalo mungkin temen2 ada yang punya sumber berita yang lebih baru.

1.  Artalyta Suryani

Si tante sasak ini. Huah. Kasus yang awalnya dari Syamsul Nursalim ini  makin lama menyeret  pejabat2 peradilan di Indonesia . Tokoh2 di dalamnya pun jadi spekulasi, tiap minggu ada tebak2an, nama siapa lagi kah yang akan disebut, yang tersangkut kasus BLBI ini? Kemarin kan ada disebut2 ada hakim yang pergi main golf ke cina sebagai bentuk gratifikasi. Siapa hayo, hakim yang suka nya main golf?

Sampah. Sampe ada ringtone nya segala loh, percakapannya Artalyta dengan Kemas Yahya. Ringtone nya kapan2 saya aplot deh kalo dah ketemu caranya. Hahahahaha… iya, gak tau gmn cara aplot file mp3 :(

U: Ditangkep oleh jekso. Mau diskenariokan gitu lho..
A: Hah? Kenapa-kenapa Mas?

U: Mau diskenariokan begitu. Namun, neng endi iki (di mana ini–red)?
A: Nggak, udah aman. Ini nomor lain. Aku di dalem rumah.

U: Nanti biar saja, kamu nanti yang ngambil kejaksaan
A: Ho oh

U: Si Urip (Jaksa Urip Tri Gunawan-red) dicekal KPK. Awakmu (Kamu) di kejaksaan.

A: Ya, siap.
K: Sudah dengar pernyataan saya? Hehehe.
A: Good, very good.
K: Jadi tugas saya sudah selesai.
A: Siap, tinggal…
K: Sudah jelas itu gamblang. Tidak ada permasalahan lagi.
A: Bagus itu.
K: Tapi saya dicaci maki. Sudah baca Rakyat Merdeka?
A: Aaah Rakyat Merdeka, nggak usah dibaca.
K: Bukan, saya mau dicopot hahaha. Jadi gitu ya…
A: Sama ini mas, saya mau informasikan.
K: Yang mana?
A: Masalah si Joker.
K: Ooooo nanti, nanti, nanti.
A: Nggak, itu kan saya perlu jelasin, Bang.
K: Nanti, nanti, tenang saja.
A: Selasa saya ke situ ya…
K: Nggak usah, gampang itu, nanti, nanti. Saya sudah bicarakan dan sudah
ada pesan dari sana. Kita…
A: Iya sudah.
K: Sudah sampai itu.
A: Tapi begini Bang…
K: Jadi begini, ini sudah terlanjur kita umumkan. Ada alasan lain, nanti dalam
perencanaan.

Baca Lebih Lanjut »

Kopi paste dari Kaskus *seperti biasa*  sekaligus ungkapan hati saya yang rada nyolot, dimana beberapa hari ini bangsa saya dibanding2in ama bangsa jepang oleh orang jepang-wannabe.

Alkisah ada seorang engineer bernama Prayitno,ST yg bekerja di
pabrik manufaktur elektronik Jepang, ni orang baru aja lolos tes
perusahaan BUMN yg mengelola gas alam (jelas gede duitnya) dan mau
resign, berikut ini perdebatannya dengan manajernya kita singkat aja ya,
manajer = M, dan prayitno = P

M = edan kowe yo prayitno, lagi S-2 dah mau resign, dimana morality
kamu?
P = morality saya ikut berlari bersama morality perusahaan, yg nyuruh
karyawannya lembur2 melebihi aturan pemerintah ampe sakit tapi tunjangan
kesehatan gak full

M = sebenernya mau kmu apa? dimana-mana kerja itu sama. Saya udah menjalani
2 company sebelum ini
P = karena kerja dimana2 itu sama, makanya saya gak ragu resign pak,
wong sama aja kok, cuma rewardnya yg beda tho…. ya saya pilih yg
rewardnya lebih

M = kenapa kmu gak mencoba profesional disini aja, klo alasannya reward,
kan nanti karir serta salary kamu juga bakal naik kalo kamu bertahan
P = kenapa saya harus nunggu, klo ada company yg nawarin itu skarang?

M = tapi sayang sekali, saya pandang kmu yg paling berpotensi diantara
yg lain
P = bapak udah ngomong gitu ke semua engineer yg resign sebelum
saya

M = tidak, ini serius, kmu memiliki potensi besar, disini kmu bisa
sukses! daripada kmu memulai lagi dari bawah di company lain yg blum
ketauan ntar disana kmu bakal sukses ato gak
P = disini juga sama aja
saya blum tau bakal sukses apa gak, wong namanya masa depan kok. Sama2
gak ketauan, tapi yg satu awalannya lebih baik, ya pilih yg lebih baik
dunk……

M = maksud kmu lebih baik itu apa? money? uang itu bukan segala2nya
P = klo emang begitu ngapain company costdown gaji saya, apa artinya uang
segitu untuk mempertahankan eksistensi engineer

M = Kta kan tidak hanya mengejar uang. Klo orientasi kmu hanya uang, kmu
hanya mengejar “live”. No difference with kambing, Bekerja hanya untuk
bertahan hidup, Kmu itu engineer!!!! harus berorientasi pada yg lebih
mulia, bekerja untuk berkarya, untuk mengembangkan diri
P = saya pengennya seperti itu, makanya saya resign. Gimana saya mau lepas dari
orientasi “live” klo tiap bulan saya harus pusing mikir bayaran kos,
pulsa, makan, ngirim ortu, nabung buat merit. Naaaa skarang ada company
yg nawarin itu, salary yg membuat saya tenang, tak berpikir lagi tentang
“live exixtency”. So, boleh dunk saya ambil untuk menaikkan derajat
pekerjaan saya

M = prayitno…. klo kmu ngejar yg lebih baik, gak akan abis2…. selalu
ada yg lebih baik. saya sudah mengalaminya di 2 company terdahulu
P = emang gak bakal abis pak…. karena itu, ngapain saya abisin disini?
mending saya terus2an dapet yg lebih baik ampe brenti karena cape.
lagian Bapak juga nyatanya bisa brenti kan ?

M = inilah yg membuat bangsa kta gak maju2. Oportunis. Orang jepang maju
karena loyal
P = loyalitas tu kata2 pembenaran buat ngegaji orang
dibawah level pendidikannya pak. Betul jepang itu maju. Tapi lihatlah,
terjadi ketimpangan karir antara lelaki dan wanita. karena lelakinya
gila kerja semua, mereka jarang menemui anaknya, akibatnya istri2 mereka
harus mengimbanginya, ngalah keluar dari kerja buat nambal waktu bapak
yg hilang untuk anak2nya karena bokapnya lebih cinta kerja daripada
mereka.
Tanya deh cewek jepang, lelaki jepang tu paling gak romantis. Ce bawa
tas berat aja dicuekin

M = tapi dimana responsibility kmu?
P = responsibility tu apa pak? perasaan dulu saya pernah punya, pas
awal2 masuk disini, tapi kata2 itulah yg dijadikan pembenaran untuk
menindas saya. Atas nama responsibility, saya mengorbankan kesehatan
untuk ketepatan schedule launching produk yg jelas2 merupakan percepatan
uang masuk ke kantong pemilik saham.
Betul, manusia harus punya responsibility. Apa responsibility paling
utama? keluarga. Anak dan istri adalah amanah dari Yg Diatas.

M = kmu kurang bersyukur, masih banyak orang yg susah dapet kerjaan
P = saya dah diterima Pak, itu rejeki dari Yg Diatas, Klo gak saya ambil,
itu yg namanya gak bersyukur. Yg Diatas itu tau kebutuhan kta.
Makanya Dia memberi saya kerjaan baru, mungkin karena kebutuhan saya
meningkat. Selain itu, Yg Diatas juga memberi pekerjaan pada satu orang
pengangguran yg akan menggantikan posisi saya disini setelah resign

M = EDAN KOWE PRAYITNOOOOO! !!!! kalo gitu aku ikut kamu resign…… ….

P = Nggak bisa pak…. kowe wis tuwo.Cuma bisa ngelamar ke yg sesuai
background. …